Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri II Brunei Darussalam Erywan Yusof akan tetap memastikan implementasi Konsensus Lima Poin yang disepakati Perhimpunan Bangsa - Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk membantu penyelesaian krisis di Myanmar.
Sebagai utusan khusus ASEAN untuk Myanmar, Erywan terus berupaya untuk berkonsultasi dengan semua pemangku kepentingan di negara yang dilanda krisis sejak kudeta militer Februari lalu itu, meskipun masa jabatannya akan segera berakhir seiring dengan rampungnya tugas Brunei sebagai Ketua ASEAN tahun ini.