Manila - Menteri Pertahanan (Menhan) Filipina, Delfin Lorenzana, menyebut bahwa 'sembilan garis putus-putus' yang digunakan China untuk mengklaim sebagian besar wilayah perairan Laut China Selatan merupakan rekayasa. Lorenzana menuduh China menduduki wilayah maritim Filipina secara ilegal.
Seperti dilansir AFP, Senin (24/8/2020), tuduhan ini dilontarkan di tengah perselisihan baru antara Filipina dan China atas sengketa beting Scarborough, yang sejak lama memicu pertikaian antara kedua negara.
Pekan lalu, Kementerian Luar Negeri Filipina melayangkan protes diplomatik terhadap China terkait apa yang disebut sebagai 'penyitaan ilegal' atas perlengkapan mencari ikan milik nelayan Filipina di dekat beting tersebut. China merebut Scarborough dari Filipina tahun 2012 lalu menyusul ketegangan kedua negara.