Jakarta (ANTARA)- “Hampir 93% anak didik kami saat mulai masuk belajar tahun pertama menderita anemia. Kondisi itu selalu mewarnai hamper setiap tahun ajaran baru,” demikian disampaikan Ir. Itasia Dina Sulvianti, MS, dosen tamu Institut Pertanian Bogor.

Ia mengemukakan itu kepada ANTARA di sela-sela penyelenggaraan pertemuan tahunan Governing Board Meeting (GBM) ke-9 program “Gizi untuk Prestasi” Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara pada Pusat Regional Asia Tenggara untuk Pangan dan Gizi (Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Center for Food and Nutrition (SEAMEO RECFON), yang dipusatkan di Bogor pada 22 – 26 September 2019.

Pada Senin (23/9), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Wikrama Kota Bogor, Jawa Barat di Bawah Yayasan Pendidikan Perguruan Wikrama Indonesia dengan Pembina Itasia Dina Sulvianti dikunjungi delegasi 11 negara ASEAN yang sedang mengikuti pertemuan SEAMEO REFCON itu.

SMK Wikrama dipilih menjadi tempat yang dikunjungi delegasi 11 negara Asia Tenggara yang sedang melaksanakan pertemuan tahunan SEAMEO REFCON karena memiliki sejumlah program yang baik tentang pangan dan gizi bagi peserta didiknya.