REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) telah melakukan latihan empat hari di Laut Cina Selatan, dalam apa yang tampaknya menjadi unjuk kekuatan besar-besaran terhadap klaim pemerintah Cina atas perairan di kawasan Laut China Selatan. Sebanyak 24 kapal perang berpartisipasi dalam latihan yang dimulai Selasa (21/7), termasuk dua kapal perusak rudal dan empat kapal perang pengawal.

Sebagian dari latihan dipentaskan di dekat Kepulauan Natuna di Indonesia. Wilayah itu dekat perbatasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di sekitar Natuna yang tumpang tindih dengan peta 'sembilan garis putus-putus' yang selama ini diklaim oleh pemerintah Cina. "Bahkan dengan pandemi Covid-19, respons militer tidak berkurang," kata Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda (Laksda) Ahmadi Heri Purwono, dikutip dari Nikkei Asian Review, akhir pekan kemarin.

Kapal-kapal pencuri ikan China di Laut China Selatan beroerasi didampingi oleh kapal-kapal pemerintah berbendera China telah berulangkali terdeteksi di kawasan Laut Natuna, sehingga menimbulkan kekhawatiran di pihak Indonesia. Karena itu, latihan militer bertujuan untuk membangun kemampuan strategis dengan tujuan mempertahankan Natuna.

Selengkapnya Republika