Jakarta - Sedikitnya 225 kelompok sipil di Asia Tenggara seperti LSM, organisasi masyarakat, dan organisasi pemuda memberikan pernyataan bersama pada Kamis (08/04), dalam menanggapi situasi yang semakin memburuk di Myanmar pascakudeta militer di negara tersebut pada awal Februari lalu.
Dalam pernyataan tersebut mereka menyampaikan keprihatinan atas kudeta militer dan krisis politik di Myanmar, yang sejauh ini telah merenggut lebih dari 500 korban jiwa. Mereka menyatakan dukungan penuh dan solidaritas terhadap masyarakat Myanmar.
"Kami masyarakat Asia Tenggara memastikan bahwa rakyat Myanmar tidak sendirian dalam perjuangan mereka untuk menegaskan martabat mereka sebagai manusia dan untuk mendapatkan kembali hak mereka untuk hidup dalam demokrasi damai," demikian bunyi pernyataan itu.
Ada 27 poin pernyataan bersama yang dibacakan secara bergantian oleh para peserta dalam acara diskusi virtual yang bertajuk Southeast Asian People-to-People Region Hall on the Political Crisis in Myanmar ini.
Selengkapnya Detik.com