TOKYO, SENIN -- Pemerintah Jepang dilaporkan bakal mengalokasikan dana 2,2 miliar dollar AS dalam paket stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Sebagian dana ini akan menjadi insentif bagi korporasi Jepang agar merelokasi produksi dari China.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyebut negara-negara di ASEAN menjadi salah satu pilihan bagi perusahaan-perusahaan manufaktur Jepang. Langkah Jepang merelokasi korporasi manufaktur dari China, antara lain, dipicu dampak pandemi Covid-19.

Pada Februari 2020, ekspor China—mitra dagang terbesar Jepang—ke Jepang turun hampir 50 persen. Hal ini terjadi karena produksi di China berhenti sementara akibat penutupan wilayah sehubungan merebaknya Covid-19 di Wuhan, Hubei, China.

Gangguan pada mata rantai pasokan akibat Covid-19 itu menjadi pemikiran serius PM Abe. Jepang tidak ingin terlalu bergantung kepada negara lain, khususnya China. Sebagaimana diwartakan media Jepang, Nikkei Asian Review, Kamis (16/4/2020), sinyal kebijakan baru Abe terlihat pada 5 Maret lalu. Tanggal itu adalah tanggal penundaan kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Jepang akibat pandemi Covid-19.

Selengkapnya tautan