Bisnis.com, DENPASAR— Malaysian Reinsurance Berhad (Malaysian Re) merilis laporan survei pasar Asean Insurance Pulse 2019 dalam 12th ASEAN Insurance Congress, yang berlangsung di Kuta, Bali, Selasa (1/10/2019).
Peluncuran hasil survei ketiga kalinya ini dilakukan oleh Kepala Departemen Pengawasan Non Bank OJK Ariastiadi Saleh Herutjakra, bersama dengan Kepala Eksekutif Malaysian Re Zainudin Ishak, serta President dan Sekretaris Jenderal Dewan Asuransi Asean Evelina F. Pietruschka, dan Kepala Eksekutif Lembaga Pelatihan dan Penelitian Asuransi (AITRI) Asean Shalini Pavithran.
Kepala Eksekusit Malaysian Re Zainudin Ishak menjelaskan bahwa laporan ini merupakan hasil wawancara terstruktur dan mendalam dengan eksekutif senior 43 perusahaan asuransi dan reasuransi nasional, regional dan internasional. Selain itu, broker dan asososiasi perdagangan terkait industri asuransi di kawasan Asia Tenggara ikut diwawancarai pula.
"Tahun ini edisi publikasi penelitian kami berbasis survei berfokus pada kondisi asuransi dalam era digitalisasi. Survei ini juga menganalisis dampak digitalisasi terhadap pasar asuransi non-jiwa senilai US$ 31 miliar dan prospek pertumbuhan dan profitabilitasnya," kata Zainudin dikutip dari siaran pers, Rabu (2/10/2019).
Menurutnya, meskipun digitalisasi dapat meningkatkan pendapatan dan memangkas biaya operasional maka pelaku industri perlu meningkatkan sistem.
Namun, perusahaan juga perlu untuk meningkatkan kemampuan mengakses data agar dapat bertransisi menjadi perusahaan teknologi yang akan menunjag bisnis dalam jangka panjang.
Selengkapnya Bisnis.com