Lumut - Malaysia didesak untuk menghentikan rencana deportasi 1.200 warga Myanmar dengan kapal Angkatan Laut yang dikirim dari negara asal mereka. Setelah dikritik PBB, kini Amerika Serikat (AS) turut menyuarakan keprihatinannya atas rencana deportasi tersebut.
Seperti dilansir AFP, Senin (22/2/2021) para migran, yang termasuk anggota minoritas yang rentan, akan dipulangkan Selasa mendatang (23/2) dengan menggunakan tiga kapal yang dikirim dari Myanmar, tempat militer merebut kekuasaan pada awal Februari lalu.
Kapal-kapal itu rencananya akan tiba pada akhir pekan dan berlabuh di pangkalan Angkatan Laut di Lumut, pantai barat Malaysia.