Liputan6.com, Kuala Lumpur - Ancaman keras dilayangkan Malaysia kepada Myanmar. Pasalnya, pemerintah junta militer susah bekerja sama dengan utusan khusus ASEAN untuk menengahi konflik di negara itu.
Dilaporkan VOA Indonesia, Rabu (6/10/2021), Menteri Luar Negeri Malaysia Dato' Saifuddin Abdullah pada Senin (4/10) memperingatkan Myanmar bahwa negara tersebut tidak akan dilibatkan dalam pertemuan para pemimpin Asia Tenggara pada bulan ini jika tidak mau bekerja sama dengan utusan kelompok negara-negara ASEAN.
Kesepuluh anggota ASEAN, termasuk Myanmar di dalamnya, memilih Menteri Luar Negeri Brunei, Erywan Yusof, pada Agustus lalu sebagai utusan khusus mengenai masalah Myanmar menyusul pengambilalihan kekuasaan oleh militer serta penggulingan pemerintah sipil Aung San Suu Kyi pada Februari lalu.
Yusof dilaporkan masih berunding dengan militer Myanmar seputar syarat-syarat keikutsertaan Myanmar pada pertemuan negara-negara Asean pada bulan ini.
Menlu Malaysia berkata sulit menerima pemimpin State Administration Council (SAC) yakni Jenderal Min Aung Hlaing bila hal ini berlanjut.
“Kecuali ada kemajuan, akan sulit untuk menerima pemimpin SAC pada KTT ASEAN bulan ini," tulis Abdullah dalam akun media sosial Twitter miliknya.
Selengkapnya Liputan6