JAKARTA - Sektor energi Indonesia mampu mencapai nol emisi karbon di tahun 2050 secara teknologi dan ekonomi. Hal tersebut berdasarkan laporan terbaru Institute for Essential Services Reform (IESR) yang berjudul "Deep decarbonization of Indonesia’s energy system: A pathway to zero emissions by 2050".

Laporan itu merupakan kajian komprehensif pertama di Indonesia yang menggambarkan peta jalan mencapai emisi nol karbon di 2050 di sistem energi. Hal ini merupakan tonggak penting mengingat saat ini aksi mitigasi di sektor energi tidak cukup ambisius.

Sementara, emisi dari sektor energi diperkirakan akan meningkat menjadi 58% pada tahun 2030, sebagaimana ditunjukkan dalam skenario business as usual (BAU) dalam Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia, terutama didorong oleh peningkatan konsumsi energi final.

Selengkapnya Sindonews