REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA - Sekitar 200 rumah dan bangunan lainnya dibakar awal bulan ini di sebuah desa yang sebagian besar sepi di negara bagian Rakhine yang dihancurkan Myanmar, lapor lembaga HAM Human Rights Watch (HRW) pada Selasa.

HRW mencatat penyelidikan yang tidak memihak harus segera dilakukan untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atas pengrusakan tersebut. Pada 16 Mei, sebuah satelit lingkungan mendeteksi kebakaran hebat yang terjadi di Let Kar. Sementara pencitraan satelit yang direkam pada tanggal 18 Mei menunjukkan bahwa sekitar 70 persen desa telah hancur.

Populasi desa yang mayoritas beragama Buddha Rakhine telah melarikan diri lebih dari setahun sebelumnya, kata HRW. Sejak Januari 2019, bentrokan antara militer Myanmar dan gerilyawan Arakan yang berjuang untuk otonomi yang lebih besar dari etnis Budha Rakhine telah menewaskan banyak orang dan memaksa ribuan orang mengungsi dari rumah mereka.

"Pembakaran desa Let Kar memiliki semua ciri pembakaran militer Myanmar di desa Rohingya dalam beberapa tahun terakhir," kata Phil Robertson, wakil direktur HRW Asia.