JAKARTA - Pasar negara Laos di kawasan Indochina dinilai memiliki peluang besar untuk dimasuki para pengusaha sektor ekonomi kreatif dari Indonesia.
Kepala Fungsi Ekonomi KBRI Laos, Wishnu Krisnamurthi di Vientiane, Laos, Sabtu, mengemukakan beberapa bidang yang bisa dimasuki antara lain terkait dengan perfilman, periklanan serta furniture atau perabot.
Dia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah dan akan terus memfasilitasi pertemuan dengan sejumlah pelaku usaha sektor kreatif agar bisa menangkap peluang bisnis di Laos.
Sebelumnya, Indonesia mendorong isu pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan perancangan kebijakan yang memihak pelaku usaha mikro di forum ASEAN yang digelar di Luang Prabang, Laos, 2-3 April 2018.
Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta mengatakan, pihaknya dipercaya untuk memimpin dialog bisnis terkait kebijakan pengembangan usaha mikro pada forum ASEAN dalam ajang dialog kebijakan antar-negara anggota ASEAN ke-dua yang digelar di Laos.
"Usaha mikro masih mendominasi sektor usaha di kawasan ASEAN, di mana jenis usaha ini berkontribusi besar dalam perekonomian masyarakat dan penyerapan tenaga kerja," ujar Wayan.
Namun ia menambahkan, sebagian besar usaha mikro belum berstatus sebagai usaha formal.
Menurut dia, salah satu tantangan terbesar dalam mengurangi jumlah usaha informal adalah mencari solusi yang paling tepat untuk memfasilitasi transisi formalisasi UMKM dari sektor informal menuju formal.