Liputan6.com, Singapura- Direktur Center for Humanitarian Dialogue Wilayah Asia, Michael Vatikiotis menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi, yang menjalankan shuttle diplomacy untuk menyelesaikan krisis politik yang sedang terjadi di Myanmar.
Vatikiotis, yang pernah menjadi Editor Far Eastern Economic Review, menyebut Menlu Retno melanjutkan tradisi yang sejak lama dilakukan Indonesia untuk ikut menyelesaikan persoalan yang terjadi di kawasan ASEAN. Indonesia pernah mengambil inisiatif dalam menyelesaikan krisis yang terjadi di Kamboja pada 1980-an.
"Menlu Retno Marsudi melanjutkan tradisi panjang Indonesia untuk secara aktif dan menjalankan shuttle diplomacy guna menyelesaikan krisis di kawasan. Seperti dulu dilakukan untuk Kamboja pada 1980-an, penekanannya adalah pada upaya persuasi dan mencari solusi terbaik," kata Vatikiotis, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/2/2021).