REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengajar Hubungan Internasional Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah, menilai langkah Indonesia dalam krisis Myanmar sudah tepat. Kritis terhadap kekerasan pada pengunjuk rasa damai, tapi tidak mendesak dan menghakimi.  

"Ibu Menteri Luar Negeri (Retno Marsudi) sudah tepat, menghargai Piagam ASEAN, menghargai prinsip-prinsip piagam PBB dan tidak menghakimi Myanmar, Indonesia mengatakan agar terlahirnya rekonsiliasi, normatif tapi jelas aturannya, kemudian menghormat hukum-hukum internasional," kata Teuku, Ahad (7/3).

Teuku mengatakan ASEAN juga memosisikan diri dalam krisis Myanmar bukan pihak yang menghakimi, melainkan pihak yang bersedia untuk melakukan dialog. Hal ini dapat dilihat dalam pertemuan informal antara Retno dan Menteri Luar Negeri pemerintahan militer Myanmar Wunna Maung Lwin di Bandara Don Muang.

"Mereka juga hendaknya melihat Indonesia memperlakukan Myanmar sebagai saudara yang sedang mengalami masalah keluarga dan dibantu bukannya dihakimi, mereka lihat sendiri ASEAN bergerak seperti apa, cara gerak Ibu Menlu sudah benar," katanya.

Selengkapnya Republika