Jakarta, CNN Indonesia -- Tanpa kehadiran pemimpin junta Myanmar, ASEAN merampungkan konferensi tingkat tinggi (KTT), Rabu (27/10). Di akhir KTT, ASEAN memastikan Myanmar masih menjadi anggota, tapi harus menghentikan kekerasan di negaranya.
"Kami menegaskan bahwa Myanmar masih menjadi anggota keluarga ASEAN dan mengakui Myanmar membutuhkan waktu dan ruang politik untuk menangani tantangan mereka yang banyak dan kompleks," demikian pernyataan bersama ASEAN.
Meski demikian, ASEAN mendesak Myanmar agar segera menerapkan lima poin konsensus yang tercapai dalam rapat khusus di Jakarta pada 24 April lalu.