TEMPO.CO, Jakarta - KTT ASEAN dimulai hari ini, Selasa, tanpa perwakilan dari Myanmar yang dikuasai junta militer setelah junta menolak mengirim perwakilan non-politik karena penolakan ASEAN mengundang pemimpinnya.
Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) telah mengatakan akan menerima perwakilan non-politik dari Myanmar, tetapi junta militer mengatakan pada Senin mereka hanya akan menyetujui pemimpinnya atau seorang menteri yang hadir.
Ketidakhadiran Myanmar tidak disebutkan oleh Brunei, ketua ASEAN, atau sekretaris jenderal blok 10 anggota, pada pembukaan pertemuan virtual, menurut laporan Reuters, 26 Oktober 2021.
ASEAN memutuskan untuk tidak mengikutsertakan kepala junta Myanmar Min Aung Hlaing, yang memimpin kudeta militer 1 Februari terhadap pemerintah terpilih, karena kegagalannya untuk menghentikan permusuhan, mengizinkan akses kemanusiaan dan memulai dialog dengan lawan politik, sebagaimana disepakati dengan ASEAN pada April.