REPUBLIKA.CO.ID,HANOI -- Para pemimpin Asia Tenggara memulai KTT multilateral pada Kamis (12/11) untuk mengatasi ketegangan di Laut China Selatan dan menangani rencana pemulihan ekonomi pasca-pandemi di wilayah di mana persaingan AS-China telah meningkat.
Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc mengatakan, Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) sejauh ini belum ditarik ke dalam pusaran persaingan dan tantangan terhadap sistem multilateral internasional.
"Tiga perempat abad telah berlalu sejak akhir Perang Dunia Kedua. Perdamaian dan keamanan dunia, bagaimanapun, belum benar-benar berkelanjutan," kata Phuc dalam pidato pembukaannya pada KTT ASEAN ke-37 di Hanoi. Pemerintahannya saat ini memegang kepemimpinan dari blok beranggotakan 10 negara tersebut.
"Tahun ini, keduanya (perdamaian dan keamanan dunia) secara khusus berada di bawah ancaman yang lebih besar sebagai akibat dari meningkatnya risiko yang timbul dari perilaku negara yang tidak dapat diprediksi, persaingan dan friksi kekuatan utama," tambah Phuc pada KTT virtual tersebut.
Selengkapnya Republika