TEMPO.CO, Jakarta - Toyota Motor Corp dikabarkan bakal memangkas produksi tahunannya sebanyak 300.000 kendaraan. Keputusan ini diambil karena kasus Covid-19 belum mereda di Asia Tenggara, yang membuat krisis chip semakin tak teratasi.
Pandemi virus corona ini dikabarkan memperlambat produksi suku cadang di pabrik wilayah Asia Tenggara, yakni Malaysia dan Vietnam. Situasi ini dikabarkan lebih menyulitkan produsen dibandingkan dengan masalah kelangkaan semikonduktor.
Menurut laporan Reuters, ketergantungan yang besar terhadap pabrik-pabrik Asia Tenggara membuat Toyota menjadi pusing. Pasalnya, mereka tidak bisa mendapatkan pasokan suku cadang dari pabrik lain.