TEMPO.CO, Jakarta - Kamboja pada Kamis, 15 April 2021, memutuskan untuk memberlakukan lockdown pada Ibu Kota Phnom Penh demi menghindari kenaikan kasus-kasus positif Covid-19 di negara itu. Kamboja sejauh ini bisa mengendalikan infeksi virus corona di negara itu.
Status lockdown diumumkan oleh Perdana Menteri Kamboja Hun Sen pada Rabu malam, 14 April 2021. Dengan aturan ini, maka masyarakat tidak boleh keluar rumah kecuali untuk bekerja, membeli sembako dan berobat.
Pada Kamis kemarin, tampak aparat kepolisian di sejumlah pos pemeriksaan di Phnom Penh memeriksa pengendara motor. Mereka diminta memperlihatkan kartu identitas sebelum diizinkan melintasi wilayah Phnom Penh.
Dalam sebuah pesan, Perdana Menteri Hun Sen memperingatkan Kamboja berada diambang lembah kematian sehingga masyarakat di desak untuk mau bekerja sama untuk menghindari bencana.