Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Dr. Yang Mee Eng menilai kesenjangan digital (digital gap) masih menjadi tantangan terbesar dalam mengakselerasi digitalisasi di kawasan Asia Tenggara.

"Saat ini, kita berusaha untuk berjalan ke depan dengan cara yang berbeda. Dan, kita beruntung karena kita saat ini bisa mengakses infrastruktur dan koneksi. Namun, perlu diingat bahwa ada kelompok yang belum terpapar hal yang sama dengan kita," kata Dr. Yang kepada ANTARA, dalam wawancara eksklusif di Jakarta, Rabu.

"Kita tentu tidak bisa maju bersama jika kita meninggalkan orang-orang yang tertinggal karena infrastruktur digital kita tidak seimbang. Kesenjangan (digital) ini masih menjadi isu yang penting untuk dibahas," ujarnya melanjutkan.

Lebih lanjut, Dr. Yang memaparkan ada kesenjangan antara kesediaan talenta dan pekerja digital dari Asia Tenggara. "Ini adalah sesuatu yang harus dicari solusinya untuk meminimalisir gap tersebut," ujar dia.
 

Selengkapnya Antara News