Liputan6.com, Jakarta - Indonesia merupakan negara besar yang berbentuk kepulauan dan terhubung dengan moda transportasi penerbangan dan ratusan bandar udara. Untuk itu sudah seharusnya Indonesia memiliki perhatian tinggi terhadap keselamatan penerbangan.
Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Ekonomi dan Investasi Transportasi, Wihana Kirana Jaya, mengungkapkan Indonesia saat ini terus berupaya untuk mencapai penerbangan kelas dunia. Hal ini ditujukan berdasarkan hasil audit keselamatan penerbangan Indonesia yang mampu mencapai 81,15 persen.
"Saat ini Indonesia peringkat dua keselamatan penerbangan di ASEAN," kata Wihana dalam acara diskusi Peluang dan Tantangan Industri Penerbangan indonesia di Era ASEAN SAM, di JL Luwansa Hotel, Jakarta, Rabu (25/4/2018).
Bahkan, Peringkat daya saing di infrastruktur Indonesia (Global Competitiveness Index) juga termasuk transportasi yang mengalami peningkatan. Dari ranking ke 41 pada 2016, posisi ranking penerbangan Indonesia naik menjadi 36 pada 2017.
"Ini menunjukan potensi Indonesia pada pelayanan airport ke arah penerbangan yang cukup membaik," imbuhnya.
Meski demikian, dia mengatakan ada beberapa tantangan pada industri penerbangan Indonesia di era SAM. Di mana dalam hal ini, kesiapan sektor udara belum keseluruhan dapat dikatakan siap.
"Pemerataan pembangunan infrastruktur yang mendukung industri penerbangan masih banyak yang dalam kategori proses pembangunan," tandasnya.
Reporter: Dwi Aditya Putra