Tahun ini, pandemi Covid-19 mewabah di seluruh dunia, dan membawa dampak yang serius terhadap ekonomi global. Namun, investasi dan kerja sama antara Tiongkok dan negara yang berpartisipasi dalam Inisiatif Sabuk dan Jalan tidak berhenti, melainkan meningkat. Dalam tiga triwulan yang lalu, investasi langsung di bidang non finansial oleh Tiongkok di negara-negara jaringan “Sabuk dan Jalan” meningkat 30 persen, pembangunan bersama dalam kerangka “Sabuk dan Jalan”memiliki keuletan dan potensi sangat besar. Sejauh ini, Tiongkok telah menandatangani 201 dokumen kerja sama “Sabuk dan Jalan”dengan 138 negara dan 31 organisasi internasional.

Kerja Sama Inisiatif “Sabuk dan Jalan” Meningkat di tengah Pandemi Covid-19_fororder_微信图片_20201229201830

Penanganan Covid-19 sudah menjadi tugas utama kerja sama “Sabuk dan Jalan”. Tiongkok merupakan negara pertama yang mengontrol penyebaran wabah secara keseluruhan, dan menjadi negara yang mengekspor paling banyak barang untuk keperluan penanganan Covid-19 di dunia. Sejak wabah virus corona muncul di Kamboja, Tiongkok mengirimkan tim medis pertama yang khusus untuk luar negeri atas permintaan pemerintah Kamboja. Tiongkok juga mendistribusi barang-barang medis kepada negara-negara ASEAN untuk membantu penanganan wabah virus corona di kawasan tersebut. Tiongkok juga beberapa kali mengirim tim medis ke negara Afrika, antara lain Zimbabwe dan Etiopia. Tiongkok juga melakukan konferensi video dengan pakar-pakar di Afrika untuk memberikan dukungan. Penanganan wabah virus corona dapat memperkukuh dasar kerja sama Tiongkok dengan berbagai negara, juga membuka peluang bagi kerja sama bilateral di bidang kesehatan, dan perdagangan perlengkapan medis.

Kerja Sama Inisiatif “Sabuk dan Jalan” Meningkat di tengah Pandemi Covid-19_fororder_微信图片_20201229201846