Jakarta - Otoritas Filipina menuding seorang wanita asal Indonesia (WNI) berada di balik ledakan bom kembar yang mengguncang Jolo, Provinsi Sulu. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI akan berkoordinasi dengan pemerintah Filipina untuk memperoleh informasi benar-tidaknya tudingan tersebut.
"Yang dilakukan adalah meminta informasi ke otoritas setempat, pertama apakah ada WNI yang menjadi korban dari ledakan dan kedua kebenaran dari berita yang beredar tersebut," ujar jubir Kemlu, Teuku Faizasyah, lewat pesan singkat, Selasa (25/8/2020).
Ia meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi. Teuku mengimbau warga agar merujuk pada pengumuman resmi.