REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Sebanyak 11  perwakilan dari Kementerian Pendidikan Se-Asia Tenggara berkumpul untuk membahas program pemajuan pendidikan bahasa di Asia Tenggara pada Rabu (22/9). Mereka berkumpul dalam acara Pertemuan Dewan Pembina (Governing Board Meeting/GBM) ke-12.  Program yang menjadi bahasan, di antaranya penelitian terkait kebijakan bahasa dan  pendidikan bahasa, serta Klub Literasi Sekolah Asia Tenggara.

Merujuk pada keberagaman bahasa dan budaya di Asia Tenggara serta adanya dorongan globalisasi, Kemendikbudristek melalui Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan Se-Asia Tenggara (SEAMEO), berpartisipasi dalam upaya pemajuan pendidikan bahasa di Asia Tenggara. Upaya yang dilakukan di antaranya dengan mengajukan program berbasis penelitian  dan pengembangan kompetensi terkait kebahasaan melalui forum yang melibatkan 11 perwakilan Kementerian Pendidikan di Asia Tenggara.

Plt  Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Kemendikbudristek, Anang Ristanto mengungkapkan bahwa terlepas dari Covid-19, sistem pendidikan nasional di tiap-tiap negara-anggota SEAMEO perlu menyesuaikan diri untuk memenuhi tuntutan global yang terus berubah. Menurut Anang, kebijakan pendidikan diperlukan untuk menjawab kebutuhan praktis untuk pembangunan bangsa dan globalisasi. Terkait kebutuhan globalisasi, selain teknologi, Anang mengungkapkan bahwa negara-negara anggota SEAMEO perlu meningkatkan pengakuan keterkaitan antara bahasa dan pembangunan. 

Selengkapnya Republika