KBRN, Surakarta: Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Soloraya didorong untuk memasarkan produknya ke pasar Association of Southeast Asian Nation (ASEAN). Hal ini mencuat dalam agenda bertajuk “Penyampaian Saran Kebijakan Pelatihan SKA Form D untuk Memanfaatkan Pasar ASEAN bagi Pengusaha UMKM” di Grand HAP Hotel Solo, Kamis (27/9/2018). 

Kepala Subdit Kerja Sama Industri dan Perdagangan, Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN (Dit. KSEA), Kementerian Luar Negeri, Nur Rokhmah Hidayah, mengatakan, dorongan itu untuk meningkatkan perekonomian. Terlebih ada berbagai kemudahan yang diperoleh dari aktivitas ekspor ini. Di antaranya memanfaatkan preferensi tarif yang berlaku dalam masyarakat ekonomi ASEAN (MEA).

“Antara lain pengusaha Indonesia dapat menikmati bea masuk 0% ke negara-negara ASEAN untuk memasarkan produknya,” ujar Nur Rokhimah.

Lebih lanjut dikatakanya, ekspor merupakan salah satu hal fundamental untuk meningkatkan perekonomian negara. Langkah ini suatu komitmen bagi Kemenlu untuk mendorong penetrasi UMKM Indonesia ke pasar ASEAN dengan memanfaatkan preferensi tarif yang berlaku dalam MEA.

“Pengusaha Indonesia dapat menikmati bea masuk 0% ke negara-negara ASEAN. Ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan bagi pelaku UMKM ini. Meskipun tantangan yang mesti dihadapi juga banyak,” katanya.

Pengusaha UMKM menurut Nur Rokhimah akan mendapatkan sejumlah peluang. Seperti adanya pasar tambahan sebesar 340 juta jiwa, peningkatan daya saing UMKM, peningkatan kelancaran arus perdagangan barang, peningkatan transparansi dan efisiensi produksi, peningkatan wisatawan mancanegara, dan pemanfaatan mutual recognition arrangement (MRA) untuk delapan jenis profesi.

Sementara disisi tantangan antara lain, akses terhadap teknologi minim, merasa puas dengan pemenuhan pasar dalam negeri, standardisasi kualitas produk UMKM. Selain itu partisipasi UMKM di rantai pasok global rendah, dan penguatan kapasitas inovasi dan SDM minim.

Agenda Penyampaian Saran Kebijakan Pelatihan SKA Form D untuk Memanfaatkan Pasar ASEAN bagi Pengusaha UMKM” sebagai salah satu upaya meningkatkan produktivitas serta daya saing UMKM yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta. Selain itu, kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 50 pelaku UMKM Soloraya. Fatimah

Selengkapnya RRI