Jakarta: Keamanan siber menjadi bahasan penting untuk KTT ke-32 ASEAN di Singapura, 27-28 April mendatang. Presiden Joko Widodo dipastikan menghadiri pertemuan tingkat kepala negara ini. KTT ASEAN kali ini juga akan mengeluarkan sejumlah dokumen, salah satunya ASEAN Leaders Statement on Cyber Security.

"Beberapa hal yang akan didorong Indonesia dan jadi perhatian pokok kita adalah kerja sama keamanan siber," ujar Direktur Politik dan Keamanan ASEAN Kementerian Luar Negeri Chandra Widya Yudha ketika ditemui di Kemenlu, Jakarta, Jumat 20 April 2018.
 
Cakupannya, lanjut dia, adalah implementasi penggunaan ruang siber yang bertanggung jawab dan menangani sejumlah masalah terkait. "Keamanan siber ya tidak hanya di lingkup itu sendiri, tapi juga mencakup terorisme, kejahatan transnasional," tukas Chandra.
 
Bahkan, ia juga menyebut insiden kebocoran data Facebook akan turut dibahas di dalam KTT ASEAN kali ini. "Iya. Masuk ke dalam ini karena kan harus ada proteksi pribadi yang seharusnya. Keamanan siber memang sudah jadi poin pokok di ASEAN," ungkap dia.
 
KTT ASEAN akan diawali dengan pertemuan tingkat menteri luar negeri pada 27 April dan pertemuan tingkat pejabat tinggi pada 26 April dengan mengusung tema Building Resiliance and Inovative ASEAN. Selain keamanan siber, sejumlah isu lainnya turut dibawa Indonesia di KTT 10 pemimpin negara anggota ASEAN ini yaitu pembangunan smart city dan isu pengungsi Rohingya.