Jakarta (ANTARA News)- Direktur Eksekutif Institut Perdamaian dan Rekonsiliasi ASEAN (AIPR), Rezlan Jenie, berpendapat, masalah keamanan ASEAN akan menjadi salah satu tantangan Indonesia dalam memainkan perannya jika terpilih menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB.
“Sejumlah isu keamanan di ASEAN masih menjadi sorotan internasional, sehingga saat terpilih menjadi anggota tidak tetap Indonesia perlu secara aktif mengakomodasi kepentingan ASEAN,” kata dia, dalam diskusi publik “Menuju Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB 2019-2020” di The Habibie Center, Jakarta Selatan, Senin Sore.
Mantan Duta Besar di Perwakilan Tetap Indonesia untuk PBB 2004-2007 dan Duta Besar Indonesia untuk Perancis, Monaco dan Liechtenstein, menyatakan, saat ini isu kemanusiaan etnis rohingnya menjadi salah satu sorotan dunia kepada ASEAN.