Merdeka.com - Kementerian Kesehatan Kamboja menyampaikan pada Senin, telah dilaporkan kasus pertama infeksi virus corona varian baru atau varian Inggris yang lebih mematikan dan lebih cepat menyebar di negara tersebut.
Kasus tersebut dikonfirmasi Pasteur Institute di Kamboja. Menurut Kementerian Kesehatan, para pasien sedang dalam perawatan di Pusat Pengendalian TBC dan Lepra Nasional di Phnom Penh. Warga yang terinfeksi ini baru tiba dari India dan China pada awal Februari, dan sempat transit di Simgapura dan Korea Selatan.
"Para pakar kedokteran dan WHO menemukan kematian yang lebih besar, kecepatan dalam penularan, dan tingkat keparahan dari varian yang ditemukan di negara ini, sejumlah kawasan, dan seluruh dunia," jelas kementerian tersebut, dilaporkan Khmer Times, dikutip dari Sputnik News, Selasa (16/2).