Jakarta (ANTARA) - Kanada menyoroti isu kesetaraan gender dalam Canada-OECD Project for ASEAN SMEs (COPAS), sebuah proyek dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah ( UMKM) di negara-negara Asia Tenggara, termasuk di tengah situasi pandemi saat ini.

"Kesetaraan dan sensitivitas gender juga selalu menjadi fokus penting dalam proyek ini," ujar Duta Besar Kanada untuk ASEAN Diedrah Kelly dalam seminar virtual Hack The Crisis yang dilangsungkan pada Senin (6/7) malam.

"Salah satu area sorotan adalah kewirausahaan perempuan serta peningkatan kesadaran para pembuat kebijakan akan pemahaman terhadap kesempatan dan tantangan, karena perempuan dan perempuan muda menghadapi tantangan tersendiri," kata dia menjelaskan.

Kanada adalah salah satu negara yang mempunyai "kebijakan luar negeri feminis" atau "kebijakan bantuan internasional feminis", yang berarti pada setiap kebijakan pemerintah akan ada penerapan "Analisis Berbasis Gender Plus" (Gender-Based Analysis Plus/GBA+).

"Kami memahami bahwa dampak dari tantangan khusus tersebut tak hanya dirasakan oleh perempuan, tetapi juga kelompok marjinal lain," kata Kelly.

Selengkapnya Antara News