TEMPO.CO, Jakarta - Kamboja meminta grup media asal Amerika Serikat, VICE, untuk menarik artikel yang menampilkan foto-foto korban "ladang pembantaian" Khmer Merah yang diubah wajahnya menjadi tersenyum.
Kamboja mengatakan modifikasi VICE pada foto-foto yang baru diwarnai itu menghina para korban. Pada Ahad pukul 12.00 GMT, artikel tersebut kemudian tidak lagi tersedia di situs VICE.com.
Dikutip dari Reuters, 11 April 2021, dalam artikel yang diterbitkan pada hari Jumat, seniman Matt Loughrey mengatakan proyeknya untuk mewarnai gambar dari penjara Tuol Sleng yang terkenal, yang juga disebut S-21, bertujuan untuk memanusiakan 14.000 orang Kamboja yang dieksekusi dan disiksa di sana.
Namun, artikel tersebut menimbulkan reaksi negatif di media sosial setelah perbandingan dengan foto hitam-putih asli menunjukkan bahwa beberapa subjek hanya tersenyum pada gambar berwarna Loughrey. Artikel VICE tidak berisi gambar asli.