REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, negara ini harus dapat mengambil berbagai peluang dari adanya perjanjian Regional Comprehensinve Economic Partnership Agreement (RCEP). Sebab, Indonesia bersaing dengan negara anggota RCEP lainnya. 

Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Internasional Kadin Indonesia Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, secara khusus reformasi birokrasi dan reformasi kebijakan ekonomi di Indonesia harus cukup signifikan meningkatkan ease of doing business (EODB) pada level praktis di Indonesia. Ini berbanding dengan berbagai negara pesaing di kawasan.

Upaya pembenahan supply chain domestik pun perlu dilakukan secara lebih serius sambil menghormati komitmen keterbukaan ekonomi dalam RCEP. "Dengan keberadaan RCEP, EODB Indonesia paling tidak harus selevel atau lebih baik dari EODB negara-negara pesaing di kawasan agar investasi global dan investasi RCEP mengalir ke Indonesia, bukan ke negara pesaing," ujar Shinta saat dihubungi Republika.co.id, Senin (16/11).

Selengkapnya Republika