Naypyidaw, Beritasatu.com - Junta Myanmar mengatakan, tidak mungkin utusan khusus ASEAN yang ditugaskan untuk memfasilitasi dialog di negara itu akan diizinkan bertemu dengan pemimpin pro-demokrasi terguling Aung San Suu Kyi.

Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) berada di bawah tekanan global untuk membantu menyelesaikan krisis di Myanmar, di mana lebih dari 1.100 orang tewas dalam kekerasan pasca-kudeta menurut sebuah kelompok pemantau.

Menteri Luar Negeri Kedua Brunei Erywan Yusof, yang terpilih sebagai utusan khusus ASEAN untuk Myanmar pada Agustus setelah perdebatan panjang, telah menyerukan akses penuh ke semua pihak ketika dia berkunjung.

Namun juru bicara junta mengatakan kepada AFP baru-baru ini, bahwa akan "sulit untuk mengizinkan pertemuan dengan mereka yang menghadapi persidangan".

"Kami akan mengizinkan pertemuan dengan organisasi resmi," tambah juru bicara Zaw Min Tun, tanpa memberikan perincian lebih lanjut tentang kapan Myanmar akan memberikan izin kepada utusan itu untuk berkunjung.