Liputan6.com, Yangon- Junta militer di Myanmar telah membebaskan lebih dari 600 tahanan yang merupakan pendemo anti-kudeta pada Rabu (24/3). Di antara para tahanan itu, termasuk seorang fotografer Associated Press yang ditangkap saat meliput suasana demo anti-kudeta.
Rezim di Myanmar telah melancarkan gelombang kekerasan yang mematikan, dalam upaya memadamkan protes nasional terhadap kudeta militer pada 1 Februari lalu dan penangkapan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi.
Aung San Suu Kyi dijadwalkan menghadiri sidangnya pada Rabu (24/3) di Ibu Kota Myanmar, Naypyidaw, atas tuduhan pelanggaran yang membuatnya dilarang secara permanen dari jabatan politik.
Namun pengacara Aung San Suu Kyi, yaitu Khin Maung Zaw mengatakan bahwa sidang ditunda hingga 1 April mendatang karena masalah dengan konferensi video akibat penutupan internet yang diberlakukan oleh junta militer.