Naypyidaw (ANTARA) - Junta Myanmar menyatakan akan "secara positif" mempertimbangkan konsensus yang telah dicapai pada pertemuan para pemimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) akhir pekan lalu, untuk mengakhiri krisis di negara itu.

Dalam komentar resmi pertamanya terkait pertemuan itu, junta mengatakan akan memberikan "pertimbangan yang cermat terhadap saran-saran konstruktif ... ketika situasi kembali stabil".

Saran tersebut akan "dipertimbangkan secara positif" jika itu memfasilitasi "peta jalan" junta sendiri, dan "melayani kepentingan negara dan didasarkan pada tujuan dan prinsip yang diabadikan dalam" ASEAN, kata junta Myanmar dalam sebuah pernyataan yang dirilis Selasa.

Junta tidak mengacu pada salah satu prinsip ASEAN yang telah lama dianut, yaitu nonintervensi atau tidak mencampuri urusan dalam negeri satu sama lain.

Setelah pertemuan di Jakarta pada Sabtu (24/4), ASEAN mengeluarkan apa yang disebut lima poin konsensus tentang langkah-langkah untuk mengakhiri kekerasan dan memulai pembicaraan antara pihak-pihak berkonflik di Myanmar.

Lima poin konsensus yang telah disepakati oleh para pemimpin ASEAN yaitu pertama, kekerasan harus segera dihentikan di Myanmar dan semua pihak harus menahan diri sepenuhnya; kedua, dialog konstruktif di antara semua pihak yang berkepentingan harus dimulai untuk mencari solusi damai demi kepentingan rakyat.

Selengkapnya Antara News