Jakarta, CNN Indonesia -- 

Junta militer Myanmar mengklaim akan menghentikan kekerasan sebagaimana tertera dalam salah satu hasil konsensus KTT ASEAN akhir pekan lalu, dengan syarat negaranya dalam kondisi stabil.

Kabinet pemerintahan junta militer, Dewan Administrasi Negara Myanmar, menyatakan akan mempertimbangkan "saran konstruktif yang disepakati para pemimpin ASEAN ketika situasi kembali stabil" di negara itu.

Melalui pernyataan pada Selasa (27/4) itu, dewan tersebut juga menyatakan akan "mempertimbangkan secara positif" jika ASEAN bisa memfasilitasi penerapan lima poin konsensus hasil KTT tersebut.

Juru bicara junta militer, Zaw Min Tun, mengatakan kepada AFP bahwa rezim "puas" dengan pertemuan di Jakarta karena mereka dapat menjelaskan "situasi nyata" kepada para pemimpin ASEAN.

Selengkapnya CNN Indonesia