Yangon, Beritasatu.com- Pemerintah persatuan nasional Myanmar yang baru dibentuk mendesak negara-negara tetangga untuk tidak mengakui junta militer. Seperti dilaporkan Reuters, Minggu (18/4/2021), desakan itu diserukan jelang KTT Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Jakarta pada 24 April.

Negara ASEAN yang beranggotakan 10 orang telah berusaha mencari jalan keluar dari kekacauan berdarah yang menimpa sesama anggota Myanmar sejak militer menggulingkan pemerintah terpilih yang dipimpin oleh peraih Nobel Aung San Suu Kyi pada 1 Februari.

Namun militer Myanmar menunjukkan sedikit kesediaan untuk terlibat dengan tetangganya. Junta juga tidak punya tanda-tanda ingin berunding dengan anggota pemerintah yang digulingkan. KTT ASEAN akan menjadi perjalanan luar negeri pertama panglima militer itu dan pertemuan dengan para pemimpin asing sejak dia merebut kekuasaan. Junta belum berkomentar tentang pertemuan ASEAN.