Jakarta (ANTARA) – Perhimpunan Bangsa – Bangsa di Asia Tenggara (ASEAN) diharapkan dapat menjaga netralitas dan persatuan di tengah rivalitas antara dua negara kuat dunia, Amerika Serikat dan China, kata beberapa pengamat dan lembaga kajian hubungan internasional di Jakarta., rabu.

Harapan itu disampaikan saat diskusi bertajuk sentralitas ASEAN yang diadakan oleh The Habibie Center, beberapa hari jelang konferensi tingkat tinggi ASEAN ke-37 yang akan diselenggarakan secara virtual pada 12 – 15 November 2020.

Menurut Lina A Alexandra, peneliti dari Centre of Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia, sentralitas yang jadi visi bersama ASEAN sebagaimana disebutkan dalam berbagai deklarasi, hanya akan terwujud jika 10 negara anggota dapat berlaku netral dan tidak berpihak pada salah satu kubu.