London, Beritasatu.com- Inggris menjatuhkan sanksi baru Myanmar pada Kamis (2/9/2021). Seperti dilaporkan AFP, Inggris menargetkan rekan bisnis utama junta militer Myanmar karena menyediakan senjata dan dukungan keuangan menyusul kudeta awal tahun ini.

Kementerian luar negeri Inggris menyatakan akan memberlakukan pembekuan aset pada konglomerat Htoo Group of Companies dan pendirinya Tay Za. Kementerian menambahkan bahwa taipan itu terlibat dalam kesepakatan senjata atas nama junta militer.

Menurut Kementerian Htoo telah menyumbangkan dana untuk operasi pembersihan Rohingya pada tahun 2017.