TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia menawarkan kerja sama untuk berbagai green projects di Indonesia kepada Luksemburg, salah satu negara penting pusat keuangan Uni Eropa (EU). Tawaran ini disampaikan langsung oleh Duta Besar RI untuk Belgia yang juga merangkap Luksemburg dan Uni Eropa, Yuri O. Thamrin, dalam kegiatan ASEAN Day pada 3 Maret, 2020 di Kamar Dagang Luksemburg. 

“Tidak hanya dengan Luksemburg, saya juga berkeinginan menghubungkan pendanaan green bonds UE sebesar US$ 80 miliar (Rp 1.140 triliun) untuk berbagai proyek hijau di Indonesia,” kata Yuri.

Luksemburg sedang menyiapkan diri sebagai salah satu pusat data dunia (a key hub for ICT). Dengan Data Center yang dibangun di atas lahan 43 ribu hektar, Luksemburg menawarkan jasa menjadi pusat data dengan keamanan data, konektivitas yang terjamin dan infrastruktur yang memadai. Saat ini perusahaan-perusahaan besar seperti Google, RTL Group, SES, Amazon, Rakuten, ArcelorMittal, Husky, Ampacet sedang mempertimbangkan untuk membuka kantornya di Luksemburg.

KBRI Brussels, Belgia menjelaskan Dubes Yuri dalam kesempatan itu mempresentasikan potensi investasi di Indonesia melalui video “Indonesia, the World’s Investment Paradise”. Yuri berharap publik memandang Indonesia sebagai mitra dagang dan investasi yang baik dan menguntungkan bagi UE dan Luksemburg.  

Menteri Negara Urusan Digitalisasi, Mr. Marc Hensen yang berkesempatan hadir mengajak ASEAN dan Luksemburg untuk menggali peluang kerja sama lebih jauh lagi. Salah satunya adalah dalam bidang ICT.