Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Luar Negeri RI, Mahendra Siregar mengungkapkan bahwa ekonomi ASEAN, yang telah diguncang pandemi COVID-19 selama hampir dua tahun telah menunjukkan ketahanan yang relatif tinggi.
"Ekonomi ASEAN diproyeksikan tumbuh lebih dari 3 persen tahun ini dan 5 persen pada 2022, menurut Asian Development Bank," kata Mahendra, dalam acara virtual 7th ASEAN Marketing Summit pada Kamis (4/11/2021).
Namun, menurut Mahendra, kemampuan ASEAN untuk mengatasi tantangan akan tergantung pada kerjasama dan kolaborasi dalam memajukan kerangka pemulihan komprehensif ASEAN.
"Kita juga membutuhkan partisipasi dari semua pemangku kepentingan termasuk sektor swasta," ujar Mahendra.
Dikatakannya juga bahwa transformasi digital merupakan dorongan utama menuju integrasi ekonomi ASEAN.