Merdeka.com - Indonesia mendorong negara tetangga di Asia Tenggara untuk menyepakati rencana aksi terkait kudeta Myanmar, meminta junta militer melaksanakan janjinya untuk menggelar pemilu, dengan pemantauan untuk memastikan pemilu berlangsung adil dan terbuka. Demikian disampaikan sumber yang mengetahui langkah tersebut.

Usulan dari negara regional terbesar ini tidak sesuai tuntutan para pengunjuk rasa dan beberapa negara Barat untuk segera membebaskan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi dan pengakuan hasil pemilu 8 November yang dimenangkan telak oleh partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD). Demikian dilansir Reuters, Senin (22/2).

Dua pejabat senior, berbicara secara anonim, mengatakan kepada Reuters, solusi yang dipimpin secara diplomatis harus fokus pada pencegahan pertumpahan darah dan membantu militer menghormati komitmennya untuk mengadakan pemilu baru dan menyerahkan kekuasaan kepada pemenang.

Para pengunjuk rasa mencibir janji junta militer untuk menyelenggarakan pemilu baru, mengatakan seharusnya mereka mengakui hasil pemilu tahun lalu. Angkatan Darat Myanmar memimpin kudeta setelah KPU Myanmar menolak tuduhan kecurangan pemilu yang dilontarkan militer.

Selengkapnya Merdeka.com