Bisnis.com, JAKARTA - Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur di kawasan Asia Tenggara menunjukkan kondisi penurunan terlemah pada periode enam bulan sejak awal tahun.

Menurut data PMI manufaktur IHS Markit terbaru, produksi pabrik di kawasan ini cenderung stabil, sementara volume pesanan turun paling lambat pada periode kontraksi di semester pertama tahun ini.

PMI Asean pada Agustus naik dari 46,5 menjadi 49,0. Kunci dari peningkatan ini adalah stabilisasi produksi pabrik meski permintaan asing tetap menjadi sumber utama kelemahan. Meskipun mereda, kontraksi terbaru dalam pesanan ekspor baru tetap terlihat.