Singapura (ANTARA) – Sejumlah ilmuwan di Singapura telah menemukan varian baru hasil mutasi virusa corona (SARS-CoV-2), penyebab COVID-19, demikian hasil kajian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah The Lancet minggu ini.

Varian baru SARS-COV-2 itu, menurut para peneliti, menyebabkan gejala penyakit yang lebih ringan dibandingkan jenis pada umumnya.

Hasil penelitian menunjukkan pasien yang terinfeksi varian baru SARS-CoV-2 memiliki tingkat kesembuhhan yang lebih baik. Pasien tersebut memiliki kecendrungan rendah untuk mengalami kekurangan kadar oksigen dalam darah, serta tidak banyak dari mereka yang membutuhkan layanan perawatan intensif.