Hasil pertukaran perdagangan berlimpah, menyejahterakan rakyat regional. Tahun 2013, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengajukan gagasan membangun jalur sutra maritim abad ke-21 bersama dengan negara-negara ASEAN dalam rangka bergandengan tangan membangun komunitas senasib sepenanggungan Tiongkok-ASEAN yang lebih erat. Selama 8 tahun ini, kedua pihak terus mempercepat konektivitas antara satu sama lain, pengintegrasian ekonomi terus diperdalam, kerja sama perdagangan makin ditingkatkan. Tiongkok dan ASEAN sudah saling menjadi mitra perdagangan terbesar. Selama 30 tahun ini, jumlah perdagangan kedua pihak dari tidak sampai 8 miliar Dolar AS menjadi 684,6 miliar dolar AS. Ke depannya, Tiongkok akan lebih lanjut memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan dengan ASEAN, mendorong RCEP secepat mungkin berlaku, mendorong kerja sama Sungai Lancang-Mekong secara penuh melepaskan potensi, membentuk titik pertumbuhan di bidang ekonomi digital dan perkembangan berkelanjutan.

Saling membantu, memperdalam kerja sama pengentasan wabah. Sejak terjadinya wabah virus Corona, Tiongkok dan negara-negara ASEAN saling membantu, mengatasi kesulitan masa kini, bersama-sama memimpin kerja sama pengentasan wabah regional, membentuk teladan kerja sama pengentasan wabah di dunia. Indonesia merupakan negara dengan populasi paling banyak di Asia Tenggara, vaksin buatan Tiongkok sudah menjadi unsur positif penting dalam pengentasan wabah di Indonesia. Tiongkok adalah negara pertama yang menyediakan vaksin kepada Indonesia, sampai saat ini, kebanyakan vaksin Indonesia berasal dari Tiongkok. Tiongkok akan lebih lanjut menyediakan dukungan pengentasan wabah kepada ASEAN, menyediakan vaksin kepada berbagai negara ASEAN, serta membantu Indonesia membangun pusat produksi vaksin di Asia Tenggara, terus memberikan dukungan untuk kebutuhan negara-negara ASEAN.

Selengkapnya CRI