Jakarta (ANTARA) - Chief Investment Officer Sutheast Asia HSBC James Cheo memperkirakan pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara di 2022 akan mencapai 5,2 persen year on year.
"Asia Tenggara akan tumbuh 5,2 persen yang game changer nya adalah RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership), perjanjian ekonomi terbesar di dunia yang akan membawa investasi masuk ke wilayah, terutama untuk Indonesia, akan ada investasi terkait deposit nikel," kata James dalam media briefing daring yang dipantau di Jakarta, Selasa.
Konsumsi masyarakat di Asia diperkirakan akan pulih secara signifikan tahun ini. Sementara itu pemulihan sektor pariwisata akan bergelombang yang dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah untuk mengatasi COVID-19.
Chief Investor Officer Asia HSBC Fan Cheuk Wan mengatakan Asia Tenggara akan mengakselerasi pertumbuhan Asia, yang terutama didorong oleh Singapura.
Sebagaimana pertumbuhan ekonomi global, ekonomi Asia juga akan tumbuh moderat di 2022 dengan pasar ekuitas dan kredit yang tetap resilien.
"Kami pikir resiliensi dan daya saing sektor manufaktur di wilayah akan terus menjadi pendorong pertumbuhan yang moderat ini," imbuhnya.
Selengkapnya Antara News