Terkini.id, Makassar – Belum lama ini Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung di Sulawesi Selatan ditetapkan sebagai ASEAN Heritage Park terbaru di Indonesia. Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Yusak Mangetan telah menerima langsung piagam deklarasi sebagai ASEAN Heritage Park pada acara 6th ASEAN Heritage Park Conference yang diselenggarakan di Laos pada 21 hingga 25 Oktober 2019.
Piagam tersebut diserahkan langsung oleh Executive Director of ASEAN Centre for Biodiversity, Dr. Theresa Mundita S. Lim. Sebagai kawasan konservasi yang memiliki ikon kupu-kupu dan karst ini, tentu sangat layak menyandang predikat tersebut. Taman Nasional ini ditunjuk oleh Menteri Kehutanan pada tahun 2004 berdasarkan SK.398/Menhut-II/2004 tanggal 18 Oktober 2004 dengan luas ± 43.750 Hektar.
Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung kaya akan keanekaragaman hayati dan ekosistem. Sebagai kawasan yang terletak di Zona Wallacea, kawasan ini memiliki berbagai jenis fauna dan flora endemik. Fauna yang mudah kita jumpai diantaranya Monyet Hitam (Macaca maura) dan Tarsius (Tarsius fuscus). Kupu-kupu pun sebagai ikon kawasan tentu sangat mudah juga dijumpai di sekitar air terjun Bantimurung.