Jakarta -  Grab berupaya ikut meningkatkan akses ke vaksinasi COVID-19, agar semua karyawan, serta mitra pengemudi dan pengirimannya bisa divaksinasi pada tahun 2022.

Disebutkan Grab, pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah setempat dalam memberikan informasi tentang vaksin melalui aplikasinya, dan sedang dalam diskusi untuk menyediakan distribusi vaksin jarak jauh, dan transportasi ke dan dari pusat vaksinasi.

Untuk diketahui, saat ini Grab beroperasi di delapan negara Asia Tenggara, yaitu Singapura, Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Dengan inisiatif ini, Grab menambah daftar perusahaan swasta di seluruh dunia yang menawarkan bantuan program vaksinasi kepada pemerintah di masing-masing negara.

Di AS misalnya, sejumlah perusahaan yang menawarkan inisiatif ini antara lain Microsoft, Oracle, Salesforce, dan Epic. Sementara itu di China, perusahaan ride-hailing terbesar negaranya, Didi Chuxing, menjanjikan USD 10 juta untuk mendukung program vaksinasi di 13 negara.

"Semakin cepat kita dapat mencapai kekebalan kawanan (herd immunity), semakin cepat komunitas dan ekonomi kita dapat pulih dan mulai membangun kembali. Kemitraan publik-swasta sangat penting dalam menghadapi beberapa pertempuran pandemi terbesar, dan kolaborasi ini harus terus berlanjut," Group Managing Director of Operations Grab Russell Cohen, dikutip dari Tech Crunch, Kamis (4/2/2021).