Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin Gereja Katolik Roma Myanmar menyerukan agar serangan ke tempat ibadah diakhiri usai empat orang tewas dan delapan lainnya luka-luka akibat serangan junta militer.
Pertempuran antara militer Myanmar dan kelompok milisi terjadi beberapa hari terakhir di negara bagian Shan dan Kayah.
"Tindakan kekerasan, termasuk penembakan terus-menerus, menggunakan senjata berat membuat kelompok (pengungsi) ketakutan, yang sebagian besar terdiri dari perempuan dan anak-anak," kata Uskup Agung Yangon, Kardinal Charles Maung Bo, dalam sebuah surat yang diposting di Twitter.