REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Konstelasi perdagangan di dunia saat ini mengalami perubahan dengan persaingan yang semakin ketat. Hal itu membuat semua negara seolah proteksionis ingin menyelamatkan diri sendiri.

"Bahkan sppirit ASEAN Bersatu sudah berkurang, antar ASEAN bersaing," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman pada acara Talkshow Bisnis PAS FM di Hotel Millenium, Rabu (27/3). Sebagai negara besar di Asia Tenggara, Adhi pun meminta Indonesia untuk menginisiasi kembali semangat ASEAN.

Proteksionis negara ASEAN ini terlihat dari adanya pemberlakuan non tarif. Selain itu, ia melanjutkan, yang juga menjadi masalah adalah secara tiba-tiba salah satu anggota ASEAN tanpa perundingan apapun, menerapkan aturan sendiri. Terutama untuk industri makanan minuman yang harus menghadapi banyak aturan. "Tiap negara seolah memiliki cara untuk menghambat," ujar dia.

Untuk itu, Indonesia harus sadar dan perlu mengambil sikap terutama daya saing. "Kita perlu meningkatkan daya saing di dalam negeri dan strategi menyerang keluar," tegasnya. Terkait penyerangan ini diperlukan investasi di hulu dan hilir dan penguatan industri. Apalagi, industri makanan minuman harus mengimpor bahan baku.