REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan-perusahaan FinTech yang berbasis di Singapura terus menarik pendanaan terkuat di ASEAN. Singapura menguasai hampir setengah atau 49 persen dari total 167 kesepakatan senilai 1,6 miliar dolar AS dalam pendanaan. Ini termasuk enam putaran besar atau mega rounds senilai total 972 juta dolar AS.
Tahun ini, Indonesia mempertahankan posisi kedua dengan memperoleh pendanaan sebesar 904 juta dolar AS atau pangsa 26 persen. Diikuti Vietnam yang melonjak tajam menjadi 375 juta dolar AS atau sekitar 11 persen.
Perusahaan FinTech di Singapura dan Indonesia menerima pendanaan di hampir setiap kategori. Ini adalah sebuah indikasi industri yang dinamis dan berkembang dengan adegan investasi yang aktif.
Presiden Singapore FinTech Association (SFA), Shadab Taiyabi menyatakan FinTech di Asia Tenggara terus berkembang dan tumbuh dengan pesat. Ini dibuktikan oleh rebound yang kuat dalam pembiayaan tahun ini.
Selengkapnya Republika